Gue kemarin sempat liat rame di X orang-orang bahas soal harga thrifting items. Ada yang bilang, “Lah, itu kan barang bekas, masa dijual segitu?” Tapi di sisi lain, ada juga yang ngebela, “Bro, ini rare item, brand-nya juga gak kaleng.” Ya, klasik sih; perdebatan lama yang gak pernah benar-benar selesai.
Kalau mau jujur, soal harga thrift itu sebenarnya relatif banget. Gak bisa disamain antara satu barang sama lainnya, karena banyak faktor yang main di situ: dari brand-nya apa, kondisi barangnya kayak gimana, sampai seberapa langka dan susah dicari di pasaran.
Jadi, sebelum bilang “kemahalan” atau “gak worth it,” coba kita bahas dulu dari sisi yang lebih chill.
Barang Bekas yang Gak Biasa

Salah satu alasan kenapa harga thrift bisa naik adalah karena value yang dibawa barang itu sendiri. Banyak yang jualan thrift bukan cuma modal nemu barang di loakan terus dijual ulang. Kadang mereka kurasi, nyari satu-satu, bahkan impor dari luar negeri. Di situ udah ada effort dan waktu yang harus dihargain juga.
Belum lagi kalau ngomongin brand. Misal lo nemu jaket Levi’s vintage atau sepatu Nike edisi lama yang udah gak diproduksi, itu udah punya nilai historis dan kolektibilitas tersendiri. Jadi, kalau dijual agak mahal, ya masuk akal juga sih.
Harga Relatif, Selera Juga Gitu

Banyak yang lupa kalau harga itu gak pernah objektif. Barang bisa aja murah di mata lo, tapi mahal banget buat orang lain—atau sebaliknya. Ada yang beli karena butuh, ada yang beli karena vibe, ada juga yang beli karena value of nostalgia.
Menurut beberapa jawaban yang gue temukan di Quora, intinya simple: kalau lo ngerasa harga thrift mahal tapi gak sesuai sama kondisi barangnya, ya tinggal gak usah beli. Tapi kalau lo ngerti nilai di balik item itu—kayak desain unik, edisi langka, atau sekadar personal taste—ya silakan aja. Yang penting, jangan maksain standar harga lo ke orang lain.
Jadi, Pantes Mahal Gak Nih?

Jawabannya: tergantung. Ada yang memang overpriced, ada juga yang emang layak dihargai tinggi karena kualitas dan effort di baliknya. Intinya balik lagi ke dua hal: barangnya seberapa berharga buat lo, dan seberapa lo rela ngeluarin duit buat itu.
Karena di dunia thrift, kadang bukan cuma soal harga, tapi cerita di balik tiap potongan kainnya. Dan kalau cerita itu ngena, harga pun jadi nomor dua.
Apakah lo tim “thrift harus murah” atau “harga sesuai effort”?



Comments